Default

Jikustik Jalan Terus Tanpa Pongki Barata

Si vokalis yang berasal dari Jogja dan relatif belum dikenal itu bernama Brian Prasetyoadi, sangat aktif di festival musik. Pernah, di salah satu festival saat Dadi—pemain gitar Jikustik—menjadi juri, Brian jadi juara. Maka ketika memutuskan untuk mencari vokalis, Dadi teringat pada sosok Brian.

“Benang merahnya masih pop, pitch-nya oke. Dia kalau nyanyi seperti orang mengobrol, asyik,” kata Dadi.

“Selama ini pitch control masih aman, secara keseluruhan masih amanlah, meski komunikasi di panggung masih perlu diperbaiki,” tambah pemain bas Icha.

Proses mencari vokalis ini hampir tiga tahun jika dihitung sejak Jikustik mulai vakum. Itu sebabnya mereka mengatakan bahwa pemilihan Brian ini bukan sesuatu yang terburu-buru. Brian, masih berumur 19 tahun, adalah personel termuda di antara yang lain, yang sudah berumur 30-an.

“Kaget saat diajak. Kebetulan Jikustik adalah salah satu band yang saya suka. Saya ditelepon oleh Mas Dadi, pertamanya nggak tahu kalau ini akan dijadikan untuk Jikustik. Saya kira untuk bikin band baru. Ternyata pas diajak main ke rumah Dadi, diberi tahu bahwa Jikustik band-nya,” kata Brian sambil tersenyum.

Yang dirasa Brian waktu pertama kali manggung adalah mengerikan, karena menurut dia membawa nama besar bukanlah sesuatu yang mudah. Tak hanya itu, dia harus memuaskan penonton yang ingin menyaksikan Jikustik. Soal sorakan penonton yang tidak suka, tentu saja itu terjadi di awal Brian manggung. Untung, setelah dijelaskan kepada penonton, mereka bisa mengerti. Jikustikan, nama penggemar Jikustik, adalah yang memberi dorongan kepada para personel Jikustik untuk segera mengeluarkan album. Beberapa Jikustikan malah datang ke studio untuk memastikan Jikustik benar-benar sedang membuat lagu. Hasilnya adalah single “Untuk Cinta” yang dirilis oleh Seven Music. Mereka belum bisa memastikan kapan album akan keluar.

Dalam hal Brian, saat ini mereka mengatakan bahwa vokalis baru itu semacam additional, yang dikontrak. Keputusan ini diambil setelah timbul persoalan dengan Pongki. Dan kepada yang bertanya soal status Pongki, Jikustik mengatakan bahwa statusnya adalah non-aktif. Pongki tak pernah mengatakan diri mundur, dan Jikustik juga tak pernah memecat Pongki.

“Cuma kami nggak tahu nanti ke depannya. Kalau sekarang kami berjuang dengan tertatih-tatih, tiba-tiba ada seseorang datang dari masa lalu dengan santainya dan kami sudah mulai di posisi enak, kami pasti akan mempertimbangkan orang yang berjuang dengan kami sejak zaman tertatih-tatih. Jadi ya nggak segampang itulah. Sekarang kami bersama Brian, dan itulah yang harus dihargai sekarang,” kata Icha.

Hikmah yang dirasa Jikustik sejak non aktifnya Pongki adalah sekarang semua personel Jikustik lebih aktif dalam membuat lagu. Tapi Icha menampik bahwa dulu mereka tak bisa membuat lagu. Pongki lebih nyaman menyanyikan lagu ciptaannya, itu sebabnya yang lain tak terlalu banyak membuat lagu.

“Selama ini kami membiarkan orang-orang berpendapat bahwa Jikustik itu si A dan si A itu Jikustik. Tapi seiring berjalannya waktu, kami bisa menunjukkan bahwa kami punya sesuatu, cuma selama ini kami nggak PD. Jadi, balik lagi ke awal, kenapa saya nggak mau jadi vokalis di Jikustik? Lebih kepada bahwa saya ingin memperlihatkan ke orang-orang bahwa mereka ini [personel Jikustik yang lain] punya sesuatu dan lebih dari sekadar session player, seperti kesan yang tampak dahulu,” kata Icha.

Icha merasa kasihan, karena kadang di beberapa kesempatan para personel Jikustik yang lain—selain Pongki dan Icha—tak bisa masuk ke venue, padahal Jikustik akan tampil. Bahkan, Jikustik sempat merasa tak percaya diri melanjutkan Jikustik jika tanpa Pongki. Tapi desakan dari Jikustikan membuat mereka percaya diri untuk lanjut. Emosi sesaat bahkan pernah membuat Dadi dan Icha mengundurkan diri.

“Karena Jikustik itu diawali dari pertemanan. Lalu, cara Pongki menyikapi itu secara profesional, dia sangat tak commited. Secara sahabat, dia sangat menyakiti, nggak gentleman. Intinya, dua hal itu yang membuat saya sempat mengundurkan diri dari Jikustik,” kata Dadi.

Tapi omongan pemain drum Carlo dan pemain keyboard Adit kemudian menyadarkan Dadi. Menurut mereka, jika Dadi dan Icha mundur, anggapan orang akan semakin kuat bahwa Jikustik tanpa Pongki tak ada apa-apanya.  Maka dengan vokalis Brian dan semangat membara di dada, Jikustik datang kembali. Harapan mereka, publik bisa memandang Jikustik sebagai sebuah band, bukan sosok salah seorang dari mereka saja.

“Jadi saya ingin kami dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh,” kata Icha.